
Israel, kaum yang diselamatkan Nabi Musa melewati laut mati ini memang banyak dianugrahi otak yang konektor
neuro transmitter-nya kebanyakan. Wired. Negara yang dianugrahi dengan proporsi populasi scientist dan engineering terbesar di dunia yang namun sayangnya kurang hati nurani.
Shai Agassi, 38 tahun, salah satu eksekutif dari SAP (software integrasi perencanaan bisnis terbesar di dunia - Enterprise Resource Planning), berhenti dari karir cemerlangnya di SAP untuk mewujudkan impiannya menghapuskan ketergantungan dunia dari bahan bakar minyak. Entah dimotivasi untuk menyelamatkan dunia dari perubahan iklim (
global warming) atau karena alasan politis untuk meniadakan ketergantungan dunia dari bangsa Arab, Shai Agassi menginggalkan zona nyaman dan masa depan gemilang untuk serius di bidang ini. Dengan label
Better Place, Agassi memilih konsep transportasi global tanpa bahan bakar fossil.
Keputusan yang mengejutkan dunia IT ini - mengingat
Shai Agassi adalah calon kuat CEO SAP termuda - dikatakan keputusan gila, korban idealisme Global Warming, atau emosional. Tapi
Shai Agassi dengan yakin membangun impiannya menjadi realita. Dalam sebuah konferensi yang dihadiri ilmuwan dan tokoh Israel, Shai Agassi menjelaskan bisnis modelnya,
Better Place, mengganti seluruh mobil di dunia dengan Electric Car. Bukan hybrid yang banci, bagi Agassi tanpa oil atau tidak sama sekali.
Dan dalam bisnis model yang tanpa cela itu
Shai Agassi berhasil menarik minat pemimpin Israel Simon Perez, produsen
mobil Renault, produsen batteri NEC, dan investor terkaya di Israel untuk mewujudkan kegilaannya. Tinggal menunggu waktu sekutu abadi dari Israel -U.S.A- ikut serta dalam konspirasi anti fossil fuel ini.
Kota tanpa SPBU | Better Place
Dalam konsep Agassi, mobil listrik diciptakan dengan batere yang replacable. Stasiun pengisian bahan bakar minyak diganti stasiun charging. Sistem GPS di mobil menentukan berapa km sisa power dan dimana stasiun recharging terdekat. Setiap parking spot memiliki recharging facility.
Dengan desain batere replacable dan super fast charging, pengemudi bisa mengisi batere di stasiun charging dengan waktu yang tidak jauh berbeda dengan mengisi bahan bakar minyak. Dan saat pengemudi butuh waktu pengisian cepat dia bisa dengan mudah menukar batere di stasiun recharge tidak perlu menunggu charging penuh. Mobil akan diberikan murah, dengan model bukan seperti mobil golf tapi sedan mewah dan bisa jadi SUV.
Masalah utama mobil elektrik saat ini adalah kapasitas batere, waktu recharge, tempat recharge, power output dan model. Dan dalam konsep Agassi semua permasalahan itu terjawab, hanya membutuhkan satu hal : dukungan dari pemerintah dan negara untuk mengubah kebijakan otomotif, karena harus dilakukan secara menyeluruh untuk bisa mendapatkan profit. Dibutuhkan jumlah besar mobil elektrik di jalan raya untuk menutup biaya investasi fasilitas recharge dan replacable battery.
Dalam konsepnya, mobil itu seperti produk HP, sedang perusahaan yang Ia bangun adalah operator seluler. Agassi tidak berminat menjual mobil listrik, yang dia jual adalah konsep total fasilitas penunjang dan renewable energi tanpa fossil fuel. Mobil akan diserahkan ke Renault untuk menjadi produsen. Bahkan suatu saat, impiannya, mobil akan dijual sangat murah, batere pengganti diberikan gratis. SUV sekelas Hummer akan ada versi listrik dengan harga hanya separuh. Yang menjadi profit bagi
Better Place adalah energi untuk charging. Seperti beli pulsa ponsel.
Gila, wired. Memang banyak orang yang bisa berpikir seperti ini, mengkhayal fitur masa depan bahwa suatu saat seperti ini seperti itu. Tapi untuk berani mengikuti passion dan mewujudkannya menjadi nyata, butuh keberanian dan mungkin sedikit kegilaan.

Dan tentu saja, Israel menjadi negara pertama yang bersedia. Dengan masa depan bebas ketergantungan minyak maka Israel akan menjadi negara yang tidak butuh tetangga bangsa Arab. Dan mungkin makin kurang ajar. Konsep ini meluas dengan cepat, kesepakatan bisnis dengan Renault sebagai produsen, NEC untuk battery dan negara kedua yang bersedia menjadi host : Denmark, segera didapat. Milyaran dolar meluncur ke kantong Agassi dari investor Israel.
Mungkin dalam beberapa tahun ke depan impian gila
Shai Agassi akan segera menjadi kenyataan. Kata Nidji, "mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia". Dan impian Agassi mengubah Peta Energi dunia akan mengubah masa depan dunia. Mudah-mudahan memang menjadi lebih baik.
Pertanyaan besar disini adalah :Kita semua sadar tentang isu
Global Warming, Climate Change dan upaya mengurangi bahan bakar fossil (
Zero Carbon Footprint, googling ya ;-p). Tapi di sisi lain penghapusan total ketergantungan terhadap minyak akan menjadikan negara Arab tidak lagi memiliki daya saing. Apakah keseluruhan konsep
Renewable Energy, Global Warming, dan isu
Climate Change ini hanya merupakan propaganda musuh Arab untuk menghilangkan power Negara Arab yang kaya minyak bumi? Are we only pions? Are we highly conspirated to crush nations for advantages of other side nations?
Where should we stand?
Hhh...
Source :
Wired Magazine - visit www.betterplace.com, imamwahyudi.comKeyword :
Shai Agassi, Electric Car, Mobil listrik, Better Place, Israel, Pemanasan global
*All pictures taken from betterplace.com