Sunday, March 01, 2009

Psikoanalisa | Membaca pikiran ala Edward Cullen

Akhirnya, mengalah untuk menjadi ABG lagi dan membaca tentang Edward-Bella. Yeah, tetralogi Twilight memang fenomenal. Meski memang sedikit termehek-mehek alias terlalu melodramatis, kisah tentang makhluk serba bisa yang minum darah ini cukup membuat mataku merah di hari Senin beberapa minggu yang lalu karena dua hari tidak bisa lepas baca dari Twilight hingga Breaking Dawn.

(Itulah susahnya book addict, makanya kalo mo beli buku bagus pasti milih-milih hari saat kerjaan tidak begitu banyak)

Seingatku empat tahun yang lalu, aku pernah nulis di Friendster di kolom about me seperti ini :
"I want to be a vampire, for their superordinary mind exceed others. That we don't have to sleep, and night has become a truly comforting silence".
Dan komentar yang diberikan temenku cuma : "Si Imam itu gak tau apa capenya jadi vampir, harus loncat-loncat?"
Whaat? bukan vampir film china Duuull!!!, yang kalo ditempel kertas kuning jadi beku !!!
Tapi vampire dalam the Vampire Lestat, Queen of the Damned atau yang baru saja didefinisikan lagi dalam Twilight. Super creature with extrordinarily sophisticated skill.
Hahaha, stupid wish back then.

Dan sebenarnya yang menarik buatku dari Twilight adalah karakter Edward, apalagi jika membaca dari versi Edward dalam Midnight Sun. Kemampuannya dalam membaca pikiran orang, yang menjadikannya justru seseorang yang paling kesepian di dunia. Saat pikiran kita ramai berbuncah dengan segala macam perasaan dari orang lain, hingga bahkan tidak ada tempat untuk pikiran kita didengarkan oleh orang lain, we are absolutely silenced in the crowd.

Can human read others mind?
Berbicara tentang membaca pikiran tentu mengasyikkan. Mungkin saat ini evolusi manusia belum mencapai itu, tapi suatu saat nanti, who knows? Sebenarnya dalam ilmu cosmic sudah dikembangkan tentang konsep Noosphere. Yaitu sebuah realm dimana sebenarnya pikiran seluruh manusia di bumi ini berada. Bahwa sebenarnya pikiran manusia berada dalam gelombang yang sama, dalam alam yang sama, dalam sebuah dimensi yang sama dan terkoneksi satu sama yang lain.
Dunia Ysera, penjaga realm mimpi dan pikiran.

Hanyasaja otak manusia saat ini hampir seluruhnya belum bisa melakukan access dengan sengaja, belum bisa mendecode-nya, dan menterjemahkannya seperti kita menterjemahkan seseorang yang sedang berbicara atau dari sebuah tulisan.

Evolusi yang baru manusia kuasai adalah psikoanalisa, sebuah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, yang didapat dari pengalaman, membaca gerak tubuh, dan mempelajari ilmu psikologi. Tidak ada metafisik disini, hanya ilmu pengetahuan yang digabungkan dengan melatih perasaan. Beberapa orang dianugrahi bakat (atau kutukan?) untuk memahami orang lain, beberapa orang mempelajarinya melalui psikologi.

Orang-orang ini, dari bakat atau dari mempelajari, adalah orang-orang yang berpikir setingkat di atas manusia normal. Karena saat orang lain berpikir tentang sesuatu, golongan ini memikirkan mengapa orang itu berpikir seperti itu dan apa yang akan dilakukan orang itu selanjutnya.
Mereka melakukan psikoanalisa - scrying - scanning - seeing behind our motives. Melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang paling utama :
"Privasi dalam berpikir..."

Psychoanalyzing | Ability to sense others mind
Bagi mereka yang pernah diinterview oleh psikolog, terutama untuk masuk ke perusahaan besar dimana mereka bisa menggaji psikolog yang profesional, anda tentu tahu rasanya "dikuliti". Ya, anda sedang dinilai. Bukan hanya di level fisik (pengetahuan, sikap dan cara berbicara), tapi masuk ke level emosional (kejujuran, keberanian, kemauan), dan jika anda beruntung akan bertemu dengan mereka yang bisa masuk ke level lebih dalam (cara berpikir, traumatis yang pernah anda alami, bahkan apa yang sedang anda pikirkan).

Psikolog berbakat adalah human vampire, dengan kemampuan psikoanalisa yang sangat mengganggu, apalagi melihat wajah mereka yang seperti tembok yang tidak bisa ditembus. Tenang, terkendali dan mengendalikan. Seperti halnya dokter yang memahami anatomi tubuh manusia, mereka memahami anatomi pikiran. Cara berpikir, apa alasannya, pola dan cara kerjanya, dan menentukan apa yang akan dilakukan. Dan kadang mengambil keuntungan dari pengetahuan ini.

Segi positifnya, dengan psikolog handal di bidang kriminalitas, seorang pembunuh berantai akan lebih cepat ditangkap. Segi negatifnya, pikiran anda tidak lagi privasi ketika berbicara dengan mereka. Untungnya yang berbakat tidak banyak, yang banyak adalah yang merasa diri mereka berbakat dalam hal ini, padahal sebenarnya tidak sama sekali.

Memahami psikologi, tidak otomatis menjadikan anda seorang great psychoanalyzer. U need talent to do that, u know. So, just don't easily judge person. Especially, someone like me :-p

Emphaty | Ability to sense others feeling
Berbeda dengan psikoanalisa yang lebih memperhatikan bagaimana seseorang akan berpikir dan berperilaku, emphaty adalah kemampuan untuk merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain. Dan ditujukan untuk kebaikan orang tersebut. Emphaty adalah mendengarkan dengan telinga, membaca bahasa tubuh, dan merasakan dengan hati. Tujuannya adalah menempatkan diri sehingga orang lain merasa nyaman, dan mungkin membantu orang lain mencari jalan keluar dari kesulitan.

Dalam filosofi china, kata mendengar terdiri atas 3 kata : telinga, mata, dan hati. Jika seseorang benar-benar mendengarkan dengan emphaty maka seharusnya ia menggunakan ketiga indera ini. Semakin tajam perasaan anda, semakin akurat kemampuan emphaty anda. Dan emphaty digunakan untuk memahami dengan tujuan membantu, bukan untuk memanipulasi.

How will it feel, if you can read all the miserable mind around you. And they crying for help. And you cannot help them, for you only a limited human
How will it feel, if you can sense all tormented soul around you. Needs to be loved. And you can't do nothing about it

We human, trying to ignore it and safely continue our lifes
Well, that's why we, human, cannot read minds and sometime emotions.

But for me, it is not only my gift,
but also my curse...


Keywords : Psikoanalisa, empati, edward, vampire, evolusi manusia, membaca pikiran

14 comments:

  1. Gw sendiri lebih tertarik dengan 'kemampuan' Bella yang tidak bisa dibaca pikirannya oleh siapapun juga. But at least, she transformed ... sehingga dia bisa membuat orang lain membaca pikirannya di saat dia MAU. This is very human of her. This is very human of us...
    Ga nyangka bpk ini tertarik juga membaca novel remaja.. hihi.. kirain bacanya melulu tentang Balance Score card dan sejenisnya.
    Hmm. yang baru terbit nih : Brisingr...

    ReplyDelete
  2. Ralat.. bukan 'at least', tapi 'at last'.

    ReplyDelete
  3. Sudah beli Brisingr !!
    Lagi baca, makanya matanya merah hari ini. Gak kelar sih, duh sebelnya kalo baca nanggung.

    Eh btw, I am not that "bapak" old
    :-p

    ReplyDelete
  4. wah... artikel kali ini ga kalah menarik dr sebelumnya.. ck..ck..ck ^^

    wa jd pengen baca ntuh buku ttg edward-bella ah *lg2 kuper ttg buku*

    tp, kok aq sk vampir jg yah..
    yang pernah aq baca cm ttg vlad dracule, hehehe2x

    btw, evolusi manusia tu beragam yah :D

    ReplyDelete
  5. To Dhe :
    Hari giini belum baca Twilight? Hihi, gak papa kok. Sayang aja, untuk ABG kayak Dhe cocok banget itu novel.

    ReplyDelete
  6. weuweu.... wahhh bookaddict, tipsnya aja sob, gimana bisa betah membaca buku, walopun godaaan menghadang dan merintang, sampe digigit nyamuk pun gak bergeming, saya pingin sekali bisa tahan membaca buku...

    xixixixixi

    lam kenal

    ReplyDelete
  7. jaman kapan itu bro, vampir loncat-loncat :P

    ReplyDelete
  8. kasihan sekali, "benar2" tahu (kerna bisa baca pikiran orang) bahwa dirinya orang paling kesepian di dunia, alias gak ada yg peduli? anugrah sekaligus kutukan..pharmakon.
    psikoanalisis ??? mahluk apapula itu????

    ReplyDelete
  9. kadang" kelebihan bisa membuat dilema,,,

    tp aq br denger jg nieh ada buku yg kaya gini.,.,.

    ReplyDelete
  10. Ga nyangka anda suka..for me breaking dawn is the best of them all) :D
    Aku lebih pengen bisa kayak Alice :p

    ReplyDelete
  11. Tulisan yang menarik sobat, berguna nih bagi saya yang juga jarang sekali baca novel, saya lebih senang baca buku motivasi :)

    ReplyDelete
  12. lebih tertarik sama JAKE.... karena dia itu tidak sempurna, bukan seperti Edward si Mr.Perfect. manusiawi banget khan, cz nobody's perfect :-P

    tapi ni tulisan keren :)

    ReplyDelete
  13. Harazakee. Iyya ya, gmn ya caranya manusia biar bs baca pikiran kyk Edward Cullen?? ada tipsnya kah?

    ReplyDelete